Emoticon

πŸ˜€ 😐 😦 πŸ˜₯ πŸ˜€ 😐 😦 πŸ˜₯ πŸ˜€ 😐 😦 πŸ˜₯

Emoticon itu tidak salah apa apa. Dia hanya meniru gambaran raut wajah manusia yang kadang ia dengan susah payah menirukannya , walaupun tidak terlihat mirip. Namun kamu, dengan seenakknya menyalahkan emoticon itu tanpa dia tahu mengapa dia dipersalahkan. Dia hanya bisa tertunduk lesu – tentu dengan meniru raut wajah manusia yang murung – dan sesaat dia hampir meneteskan air mata – lagi-lagi dia meniru wajah manusia menangis.

Entah apa yang membuatmu dengan tiba-tiba menyalahkan emoticon yang tidak berdosa itu. Mungkin egomu yang mempengaruhimu melakukan hal yang tidak pantas kamu lakukan. Atau naluri ke-cewek-anmu yang dengan seenaknya menyuruhmu melakukan hal yang tidak seharusnya kamu lakukan. Atau saat itu kamu sedang PMS, sehingga mudah tersinggung dan marah. Aku masih belum mengerti.

Kemudian dengan masih menahan air mata, emoticon itu menghampiriku mengadu apa yang telah kamu lakukan padanya. Dia menjelaskan dengan gamblang – dia meniru gayamu – ketika kamu menyalahkannya. Dari penjelasannya jelas terjadi kesalahpahaman antara kalian. Akupun paham apa yang menyulut kemarahanmu kepada emoticon itu.Β  Hanya gara-gara kamu pernah menemukan emoticon itu menirukan wajah manusia saat mencium dengan bibir -“kiss”, di salah satu potoku. Aku tidak tahu siapa yang menyuruh emoticon itu melakukannnya.

Akupun mempertemukan kalian berdua dalam satu ruangan tertutup dan rahasia, -kamarku. Aku meluruskan duduk permasalahan yang menimbulkan perkelahian antara kalian. Akupun menjelaskan padamu bahwa ini hanya kesalahpahaman antara kalian. Dan aku menceritakan kepadamu kebenaran yang sebenar-benarnya. Kemudian aku menyuruhmu untuk meminta maaf sebesar-besarnya dan mengakui kesalahanmu kepada emoticon itu.

Kamupun langsung menghampiri emoticon itu dan memelukknya sampai ia sulit bernafas, sembari kamu melantunkan lagu “I’m Sorry” – aku tidak tahu lagunya siapa. Kamu dan perasaanmu yang mengangis, meluapkan rasa bersalahmu kepada emoticon itu dan mengaku kalau kamu merasa cemburu. Kemudian dengan jiwa kelelakiannya, emoticon itu menerima permohonan maafmu dan menyuruhmu untuk tersenyum sembari dia menirukan wajah manusia tersenyum, dan kamu tersenyum.

Mulai saat itu, emoticon selalu memasang wajah manusia tersenyum ketika dia berada dekat denganmu, begitu juga kamu. Akupun selalu tersenyum melihat tingkah laku kalian berdua, karena aku ada pada diri emoticon itu.

“we’re smiling now and forever we smile”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s